Minggu, 11 Maret 2018

Mesin Pencacah atau Penghancur Pelepah Sawit (Chopper Shredder)

Mesin Pencacah atau Penghancur Pelepah Sawit (Chopper Shredder)


Mesin penghancur Pelepah Sawit adalah mesin yang berfungsi untuk mencacah pelepah kelapa sawit menjadi bentuk-bentuk kecil bahkan sampai bentuk yang cukup lembut.

Secara umum digunakan untuk menyiapkan bahan pembuatan kompos dalam Instalasi Produksi Pupuk Organik Kompos, penyiapan awal ( pre treatment) bahan baku digester dalam pembangkitan energi biogas maupun penyediaan pakan hijauan ternak ( ruminansia) sapi.


Potensi kelapa sawit dan hasil sampingannya sebagai pakan ternak (daun dan pelepah, serta lumpur/solid) di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah cukup besar, namun sampai saat ini belum seluruhnya termanfaatkan secara baik.

Keterbatasan waktu peternak untuk mencari rumput alam yang semakin terbatas (kuantitas dan kualitas) dapat diatasi dengan memanfaatkan daun dan pelepah sawit sebagai sumber hijauan. Oleh karena itu, teknologi ini berpotensi untuk dikembangkan lebih luas. Terutama di Kabupaten Seruyan yang saat ini bahan bakunya cukup melimpah.


Daun dan pelepah kelapa sawit merupakan limbah kebun dari hasil penunasan yang mutlak dilakukan oleh petani pada setiap kali panen buah sawit.

Kendala utama dalam pemanfaatan daun dan pelepah kelapa sawit adalah sifat fisiknya yang keras sehingga tidak bisa langsung dimanfaatkan untuk pakan ternak. Untuk itu diperlukan teknologi pengolahan pakan dalam hal ini pengolahan secara fisik sehingga daun dan pelepah bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak.

Hal inilah yang saati dilakukan ujicoba mesin Pencacah Pelepah Sawit (Chopper Shredder) oleh Kelompok Ternak BAKUNG PERMAI yang ada di Pembuang Hulu Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan beberapa waktu yang lalu. (untuk hasilnya bisa dilihat di Video)



Diketahui, integrasi ternak sapi dalam kebun kelapa sawit merupakan model simbiosis mutualisme yang efektif untuk meningkatkan produktivitas protein hewani. Manfaat langsungnya, pelepah tanaman tanaman kelapa sawit dapat digunakan untuk menambah kebutuhan pakan hijauan, sementara bungkil sawit dapat diproses untuk pakan konsentrat.

Dengan itu, kebutuhan pakan sapi terpenuhi dari kebun sawit. Daun sawit (Palm oil leaf) mengandung protein kasar 14,8%, lignin 27,6% dan kecernaan invitro kurang dari 50%, temasuk kualitas biologis medium.

Karenanya diperlukan perlakuan (pre treatment) melalui proses aerobik guna penurunan nisbah C/N ratio terlebih dulu. Hasil penelitian Purba et al (1997), menunjukkan pelepah daun sawit dapat menggantikan rumput sampai 80% tanpa mengurangi laju pertumbuhan bobot badan ternak.

Selasa, 06 Maret 2018

Semoga bantuan bibit sapi dari Kabupaten Seruyan kali ini bisa terwujud.


Rencana Pemerintah pusat untuk memberikan bantuan berupa sapi Brahman Cross melalui anggaran APBN untuk diternak masyarakat Kabupaten Seruyan beberapa tahun lalu ternyata tidak dapat direalisasikan.

Ini karena adanya, kebijakan rasionalisasi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap dana bagi hasil untuk daerah, mungkin juga karena dampak defisit anggartan akhirnya bantuan tersebut di cancel.

Kami selaku peternak benar benar bingung dan hanya bisa gigit jari, ujar ketua Kelompok Ternak ‘BAKUNG PERMAI’ saudara MASHURI, disatu sisi kami didesak untuk segera menyelesaikan persiapan kandang dengan lokasi pakan, akhirnya dengan berbagai cara kami mempersiapkan semua apa yang sudah di interuksikan, bahkan beberapa kali lokasi kandang yang kami persiapkan di survey langsung oleh Tim Verifikasi dari Pusat dan Provinsi.


Hampir dua tahun lebih kandang ternak yang kami persiapkan dengan segala daya upaya secara bersama sama oleh seluruh anggota dan pengurus akhirnya terbengkalai dan sia sia.  

Alhamdulillah setelah beberapa tahun tidak ada perkembangan akan seperti apa Kelompok Ternak Bakung Permai kedepannya, tepatnya awal tahun 2018 mulai ada Informasi yang menggembirakan, bahwa akan ada bantuan beberapa ekor sapi Bali dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Seruyan

Dan kepastian itu ditegaskan dengan kedatangan Bapak H. Sugian Noor selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan secara langsung untuk meninjau kesiapan lokasi ternak Kelompok Ternak Bakung Permai yang ada di Pembuang Hulu beberapa waktu yang lalu dan beliau menyatakan Kelompok Ternak Bakung Permai layak untuk menerima bantuan ini.

Total bibit sapi yang kita berikan ada 30 ekor jenis sapi Bali," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan Sugian Noor kala itu, Mantan Asisten II Sekretariat Daerah Seruyan itu menjelaskan 30 ekor bibit sapi diberikan kepada tiga kelompok tani di Desa Pembuang Hulu Kecamatan Hanau, yakni Kelompok Tani Bakung Permai, Kelompok Tani Tabuk Sejahtera dan Kelompok Tani Danau Seragam

saya sudah melakukan pengecekan terhadap 2 kelompok ternak lainnya termasuk Kelompok Ternak Bakung Permai ini, dan ketiga kelompok tani ini memenuhi syarat untuk menerima bantuan bibit sapi," katanya.

Ia mengatakan, bantuan bibit sapi diberikan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak sapi serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta tumbuhnya kelompok usaha peternakan rakyat sehingga berdampak terhadap penurunan kemiskinan di Seruyan.

Jadi kita hadapkan kelompok tani penerima bantuan tersebut dapat memanfaatkan bantuan dengan melakukan pengembangan sapi secara baik," katanya.

Ia menambahkan pada tahun 2017 Seruyan mendapatkan akseptor 430 sapi melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) untuk percepatan populasi sapi dari Kementerian Pertanian.

Hasilnya, ratusan ekor sapi sudah bunting melalui Inseminasi Buatan (IB) dan 103 sapi bunting tidak melalui IB, tapi melalui alami.

Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut maka populasi sapi di "Bumi Gawi Hatantiring" dapat meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging sapi tanpa bergantung daerah lain.

Dengan meningkatnya populasi sapi, kita juga bisa membantu pemenuhan daging sapi untuk daerah atau kabupaten lain," katanya.

Selasa, 04 Oktober 2016

Rumput Gajah Sebagai Pakan Ternak Sapi

Camat Hanau saat meninjau lokasi penanaman rumput gajah Kelompok Ternak Bakung Permai
Musim penghujan akan datang sebentar lagi, jika mengikuti musim normal maka di prediksi musim hujan akan jatuh pada bulan November. Lalu apa hubunganya dengan budidaya rumput gajah? Pada musim kemarau rumput ini memerlukan pengairan minimal 15 hari sekali untuk pertumbuhan yang optimal.

Rumput gajah membutuhkan waktu 60 hari agar bisa di panen dan dijadikan pakan ternak sapi. Waktu sekitar dua bulan tersebut akan efektif jika rumput gajah cukup dalam air dan nutrisi. Oleh karena itu jika musim hujan di mulai bulan November maka lebih baik penanaman rumput gajah juga dilakukan di bulan yang sama.

Apa Itu Rumput Gajah?

Hijauan pakan ternak dari jenis rumput, saat ini yang paling banyak dipilih adalah jenis rumput gajah (Pennisetum purpurium) dengan berbagai macaam varietasnya. Rumput yang dipilih tentu saja merupakan jenis rumput yang tinggi produksinya. Rumput gajah mempunyai kelebihan antara lain produksi tinggi, dapat mencapai 250 ton/ha/thn dengan kadar protein cukup tinggi, lebih tahan kering dan disukai oleh ternak. Ketahanan rumput gajah dari cuaca panas adalah kelebihan yang jarang di dapat dari tanaman sejenis lain.
Camat Hanau bersama Ketua Kelompok Ternak Bakung Permai
Sebenarnya ada beberapa jenis rumput gajah, namun secara umum kita dapat melihat morfologi rumput gajah sebagai berikut : Rumput gajah tumbuh tegak lurus, tinggi tanaman dapat mencapai 7 meter, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan berbunga seperti es lilin.

Rumput gajah mempunyai banyak varietas antara lain varietas Afrika, Hawai, Capricorn, Raja/King Grass, Lampung, Taiwan, dan lain sebagainya.

Kandungan gizi rumput gajah terdiri dari 19,9% bahan kering; 10,2 % protein kasar; 1,6% lemak; 34%,2 serat kasar; 11,7% abu. Kandungan ini akan sangat dibutuhkan oleh ternak ruminansia seperti sapi atau kerbau.

Lalu Bagaimana Cara Penanamannya :
(Pertama) Pembersihan lahan
(Kedua) Pengolahan tanah dilakukan pada akhir musim kemarau sehingga penanaman dapat kita dilakukan pada awal musim hujan.
(Ketiga) Pembuatan lubang-lubang tanaman. Jarak yang digunakan 60 x 100 cm, atau bisa disesuaikan. Namun jika ingin hasil maksimal maka saya sarankan menggunakan jarak tanam tersebut.
(Ketiga) Jika menggunakan asumsi jarak tanam di atas, maka membutuhkan sekitar  17.000 bahan stek untuk lahan seluas 1 hektar.

Cara Pemupukan Pemupukan

Pemupukan di lakukan dua kali dalam setahun. Yaitu pada saat pengolahan lahan dan setelah 6 bulan. Biasanya rumput gajah akan di panen setiap 40-50 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan adalah jenis pupuk P dan K dengan takaran masing-masing 200 kg DS dan 200 kg ZK per hektar.
Pupuk N diberikan 200 kg ZA/ha/tahun setiap kali setelah 2 – 4 kali pemotongan.
Dapat juga digunakan pupuk kandang sebanyak 400 kw/ha/tahun yang diberikan pada waktu pengolahan tanah dan setelah pemotongan. Pemungutan Hasil (pemotongan) :

Cara Pemotongan Rumput Gajah

Pada pemotongan batang rumput gajah sebaiknya ditinggalkan 10-15 cm dari permukaan tanah. Pemotongan batang tanaman yang terlalu pendek akan menyebabkan lambatnya pertumbuhan kembali, namun jika batang yang ditinggalkan terlalu panjang maka tunas batang saja yang akan berkembang sedangkan jumlah anakan akan berkurang.
Kepala Desa dan Ketua BPD Pembuang Hulu I meninjau lokasi HPT Kelompok Ternak Bakung Permai

Setelah pemanenan atau pemotongan maka lakukan Peremajaan
Proses peremajaan dilakukan jika tanaman sudah berumur 3 – 4 tahun dan di tandai dengan tanaman sudah tidak cepat tumbuh.

Pada penanaman pertama kali rumput gajah dapat dipanen pada umur 60 hari.
Cirri-ciri rumput sudah dapat dipanen adalah panjang antar ruas minimal 15 cm.
Umur panen pada musim penghujan 40 hari. Umur panen pada musim kemarau 50 hari.
Jika ingin panen normal di musim kemarau maka lakukan pengairan.
Gunakan sabit yang tajam untuk memotong rumput.
Jumlah anakan dalam satu rumpun setelah pemanenan 2 dan seterusnya minimal 40 batang dengan potensi produksi bisa mencapai 15 kg per rumpun pada kondisi nutrisi hara yang baik.

Penanggulangan Hama

Tikus dan serangga adalah pemakan rumput gajah, jika dekat dengan pemukiman warga ayam doyan memakan tunas rumput gajah yang masih muda. Perlu dibuat pagar jika penanaman rumput ini disekitar pemukiman.

Menghitung Kebutuhan Lahan Rumput
Yang perlu dipersiapkan sebelum memulai memelihara ternak adalah ketersediaan rumput yang dapat memenuhi kebutuhan selama dipelihara.

Sebagai contoh :

  • Jika jumlah sapi yang dipelihara 10 ekor, maka bobot badan rata-rata 500 kg.
  • Kebutuhan rumput per ekor = 10% X 500 kg = 50 kg.
  • Kebutuhan rumput/hari = 50 kg X 10 ekor = 500 kg.
  • Umur potong rumput 40 hari, kebutuhan selama 40 hari untuk 10 ekor sapi = 40 X 500 kg = 20.000 kg.
  • 1 Ha lahan dapat menghasilkan minimal 60.000 kg rumput sekali panen.
  • Jadi lahan yang dibutuhkan = 1 Ha / 60.000 kg X 20.000 kg = 0,33 Ha.
(bakungpermai)

Rabu, 28 September 2016

Lamtoro Untuk Pakan Ternak Sapi


Lamtoro adalah salah satu bahan pakan hijauan untuk ternak sapi yang mudah didapat. Di Indonesia Lamtoro memiliki beberapa nama lain yaitu :  petai cina,petai selong, pelending, kalandingan,peuteuy selong, kemlandingan, metir, lamtoro dan lamtoro gung (=lamtoro besar; untuk varietas yang bertubuh lebih besar).

Tanaman yang termasuk jenis perdu dari suku Fabaceae (=Leguminosae, polong-polongan) ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Penyebaran Lamtoro di Asia dilakukan oleh Penjajah Spanyol yang membawa biji-biji tanaman ini ke Filipina di akhir abad XVI, sebagai peneduh tanaman kopi, penghasil kayu bakar, serta sumber pakan ternak yang cepat tumbuh.

Dari Filipina mulailah lamtoro menyebar luas ke pelbagai bagian dunia. Keberadaan lamtoro di Indonesia berawal di pulau jawa  untuk kepentingan pertanian dan kehutanan, kemudian menyebar ke tempat lain termasuk malaysia. Itu sebabnya di Malaysia tanaman ini disebut sebagai “petai jawa”.
Sama seperti di Indonesia, di negara lain Lamtoro juga memiliki banyak nama yang berbeda seperti :
  • Papua Nugini ; lamandro
  • Filipina ; ipil-ipil, elena, kariskis
  • Thailand ; krathin
  • Inggris ; leucaena, white leadtree
  • Perancis ; leucaene, faux mimosa
Nama spesies dari lamtoro adalah   : leucocephala (= berkepala putih) mengacu kepada bongkol-bongkol bunganya yang berwarna keputihan. Dari species ini kemudian dibagi lagi menjadi tiga subspecies lamtoro yaitu :


Leucaena leucocephala ssp
Ini adalah subspecies yang pertama kali disebar luaskan oleh bangsa Spanyol di atas. Di Jawa dikenal sebagai lamtoro atau petai cina ‘lokal’, berbatang pendek sekitar 5 m tingginya dan pucuk rantingnya berambut lebat.

ssp. glabrata (Rose) S. Zárate
Dikenal sebagai lamtoro gung, semua bagian tanaman ini berukuran besar daripada Leucaena leucocephala ssp.

ssp. ixtahuacana C. E. Hughes
Yang menyebar terbatas di Meksiko dan Guatemala.

Lamtoro mudah sekali diperbanyak dengan menggunakan  biji, atau dengan pemindahan anakan. Lamtoro menyukai iklim tropis yang hangat (suhu harian 25-30 °C), jika ditanam pada ketinggian di atas 1000 m dpl, pertumbuhannya agak terhambat.

Tinggi dari lamtoro umumnya sekitar 10 meter, walaupun ada yang mencapai 20 meter.Tanaman ini cukup tahan terhadap kekeringan, namun tidak tahan terhadap genangan air.
Untuk dapat menghasilkan hijauan secara maksimal, lamtoro harus ditanam cukup rapat dan dikelola dengan baik. Sedangkan hasil paling ekonomis didapatkan dengan cara menanam lamtoro dengan jarak 5-8 m, kemudian diseling dengan rumput.

Hama yang sering menyerang lamtoro adalah kutu loncat (Heteropsylla cubana). Serangan hama ini di Indonesia di akhir tahun 1980an, telah mengakibatkan habisnya jenis lamtoro ‘lokal’ di banyak tempat. Sebagai pakan hijauan ternak sapi, Daun-daun dan ranting muda lamtoro mengandung protein yang cukup tinggi yaitu 36,82%. Kandungan lainnya adalah Lemak=5,4%, Karbohidrat=16,08%, Abu=1,31%, Serat kasar=18,14%, Air=8,8%.

Sedangkan biji dari buah polongnya (yang sudah tua), setiap 100 gram mempunyai kandungan gizi : Kalori=148 kalori, Protein=10,6 gram, Lemak=0,5 gram, Hidrat arang=26,2 gram,Kalsium 155 miligram, Fosfor=59 gram, Zat besi=2,2 gram, Vitamin A=416 SI, Vitamin B1=0,23 miligram, Vitamin C=20 miligram.
Tingkat ketercernaan lamtoro juga paling tinggi diantara jenis-jenis polong-polongan dan hijauan pakan ternak tropis lainnya yaitu antara 60-70%.

Campuran rumput dengan 20-30% lamtoro dapat menghasilkan pertambahan bobot yang cukup signifikan.  Ternak sapi tidak boleh diberi lamtoro terlalu banyak, karena terdapat kandungan mimosin, yaitu sejenis asam amino yang dapat merontokkan bulu.
Sumber : www.iptek.net.id, tipsehat.net dan id.wikipedia.org

Selasa, 27 September 2016

Pemanfaatan Pelepah dan Daun Sawit sebagai Pakan Ternak


Biomasa kebun sawit sangat potensial sebagai pakan ternak sapi, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak. Potensi pakan ternak yang dihasilkan dalam setahun dari biomasa kebun sawit tahun 2013 di Pulau Sumatera seluas 6,05 juta ha dan Kalimantan 3,2 juta ha dan di Indonesia mencapai 10 juta ha .

Pulau Sumatera dan Kalimantan dapat dihasilkan pelepah dan daun sawit setiap tahun sebanyak 54,60 juta ton yang dapat digunakan sebagai pakan bagi ternak ruminansia (sapi, kerbau,kambing, domba). Jika potensi pakan di perkebunan sawit tersebut 60% digunakan untuk ternak sapi, sedangkan kebutuhan pakan setiap satuan ternak (ST) sapi adalah 3% dari berat sapi dewasa (250 kg/ekor), maka kebutuhan pakan sapi per ST adalah 7,5 kgBK/hari atau 2,7tonBK/tahun, sehingga diperkirakan pakan yang dihasilkan dari kebun sawit tersebut cukup digunakan bagi 12,13 juta ST sapi.

Pelepah dan daun sawit dapat berfungsi sebagai pakan pengganti rumput.
Pelepah dan daun sawit merupakan bahan pakan sumber serat kasar (SK), masing-masing memiliki kandungan SK 50,9% dan 21,5% sehingga dapat menggantikan atau mengurangi pemakaian rumput dalam pakan sapi potong .

Kadar lignin pada kulit pelepah dan daun sawit cukup tinggi yaitu sekitar 17,4% dan 27,6%, sehingga sebelum diberikan pada ternak perlu dicacah untuk meningkatkan konsumsi dan palatabilitasnya.
Batas penggunaan biomasa kebun sawit sebagai pakan sapi potong
Biomasa kebun sawit dipergunakan sebagai bahan pakan dasar sapi potong secara tidak tunggal agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi .

Pelepah dan daun sawit digunakan bersama solid, bungkil inti sawit perlu dicampurbahan pakan lainnya sebelum dijadikan pakan lengkap sapi potong karena memiliki berbagai keterbatasan.
Batas maksimum penggunaan biomasa kebun sawit sebagaipakan sapi potong yaitu untuk Pelepah sawitSegar 30 %, Daun sawit 30 % ,Bungkil inti sawit 33 % ,Solid 33%, Silase Pelepah sawit 50 %, Daun sawit 50 %.

Pelepah dan daun sawit segar dapat digunakan sebagai pakan ternak pengganti rumput sebanyak 30% dalam ransum sapi potong, namun dapat ditingkatkan sampai 50% jika digunakan dalam bentuk silase dan dalam bentuk pelepah sawit tanpa kulit dapat digunakan sampai 55% .
Pemberian biomasa kebun sawit yaitu pelepah sawit pada sapi Bali dapat menggantikan rumput sebanyak 70%. Bahkan ketika dikombinasikan dengan solid,dapat meningkatkan PBBH sapi Balise banyak 52,17% dan 92,86% .

Pelepah sawit dan solid cukup baikuntukdigunakan sebagai pakan tambahan pada sapi Bali maupun PO jantan di peternak dalam meningkatkan PBBH dan memberi peluang bagi petani untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik.

Manfaat lainnya dari penggunaan pelepah sawit sebagai pakan ternak adalah membuat bersih lingkungan kebun sawit dari tumpukan pelepah sawit yang telah dipotong dari pohon, sedangkan penggunaan solidakan mengurangi pencemaran lingkungan dari pembuangan limbah pengolahan sawit berupa solid.
Sumber :cybex

Minggu, 25 September 2016

Indahnya Kebersamaan


Kebersamaan adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh setiap orang. Entah itu kebersamaan dengan keluarga, sahabat, pasangan ataupun yang lainnya. Dengan kebersamaan itulah kita bisa saling berbagi, menyelesaikan masalah bersama, berjuang bersama dan yang pasti adalah bahagia bersama.

Ibarat sebatang lidi yang sangat mudah dipatahkan, namun apabila  lidi-lidi itu dikumpulkan dalam jumlah banyak maka akan sangat sulit untuk mematahkannya. Begitu pula dengan diri kita, jangan terlalu sibuk menyendiri, dan telalu yakin bahwa setiap masalah bisa diselesaikan sendiri. Ingatlah bahwa dengan kebersamaanlah semuanya akan terasa mudah. Karena kebersamaan itu indah.

Apapun yang menjadi dasar dari kebersamaan itu baik dilaksanakan secara ikhlas maupun terpaksa, atau dengan tujuan yang bermanfaat maupun mudhorat. Sebagai contoh seorang pemimpin dalam sebuah kelompok tanpa didukung oleh anggotanya, takkan berhasil memimpin kelompok tersebut, sebuah team olah raga takkan pernah menang tanpa adanya kekompakan bahkan sekelompok orang yang ingin berbuat jahat tidak akan pernah berhasil mencapai tujuan jahatnya bila tanpa adanya kebersamaan. ‘ Jadi saya membayangkan apalah artinya hidup ini tanpa adanya kebersamaan. Kebersamaan itu adalah sebuah keindahan...
kebersamaan itu adalah sebuah kekuatan...
kebersamaan itu jalan menuju keberhasilan...

Kompaknya antara Pengurus dan Anggota Kelompok Ternak Bakung Permai saat proses pembangunan kandang ternak.